Sekolah dalam terminologi
Latin skhole, scola, scolae atau skhola
yang memiliki arti waktu luang atau waktu senggang. Artinya bahwa pada masa itu
sekolah adalah suatu aktivitas di waktu luang bagi anak-anak. Pengisi waktu
luang menandakan bahwa sesungguhnya anak-anak memiliki kegiatan utama. Tidak ada kegiatan utama seorang anak kecuali
bermain. Dengan bermain mereka menghabiskan
waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja.
Selasa, 16 Juli 2013
Minggu, 12 Mei 2013
Bijaksanalah..
Hari itu senin 06 Mei 2013 engkau muncul
kembali, tapi kali ini kehadiranmu tidak seperti biasanya. Engkau datang tidak
sendirian. Seorang yang sebelumnya pernah menduduki posisi penting di dinas
yang membawahi sekolah, hanya saja kali ini ditugaskan kembali untuk mengawasi
pegawai fungsiaonal dijajaran dinas yang sama engkau ajak untuk mengiringi
langkahmu. Kedatanganmu sudah aku duga, setidaknya terlihat dari pancaran aurah
wajahmu yang seolah menebarkan aroma yang tidak bersahabat. Setelah dipersilakan
duduk oleh pimpinan –dalam hal ini atasan langsungku- engkau pun langsung
menyampaikan maksud kedatanganmu.
Jumat, 04 Mei 2012
kEtika aGama jAdi feNomena
… ini itu Agama
Diskursus mengenai
agama sudah banyak digeluti oleh berbagai kalangan. Baik intelektual, ilmuan, pemikir,
para kiyai, ustat dan bahkan ateis sekalipun. Kait kelindan konsepsi agama
tidak lain sebagai sebuah respon terhadap bekunya agama. Bahkan tidak jarang agama
membuahkan dogma, sampai pada tingkat melecehkan akal. Mungkin wajar kalau
sekiranya Sigmund Freud seorang Psikoanalisis yang banyak menjadi rujukan
psikiater kontemporer mengatakan bahwa orang
beragama adalah orang yang mengidap Neorosis (penyakit kejiwaan). Freud menurunkan pernyataan dari uraianya terhadap tragedi Yunani yang membuahkan
konsep “Oeidipus Complex”[1].
Sabtu, 31 Desember 2011
Karena Engkau Manusia
Apa yang membuat kehidupan manusia ini indah?
Busana Takwa,
Peci Putih penutup kepala,
Janggut Panjang,
celana bergantung diatas mata kaki,
tambahan depan atau belakang nama
gelar kiyai,
haji,
kiyai haji,
gus,
romo, tidak membuat seorang menjadi manusia;
Senin, 29 November 2010
Krisis Identitas ; Kegamangan Pencarian Bentuk Organisasi (Refleksi Terhadap Perayaan Hari Ulang Tahun PGRI) Oleh : Karnain M
Dalam artikelnya Identitas Hibrida, meski kemudian mengkritiknya, Antariksa mengutip pernyataan Ben Anderson dalam bukunya Imagined Communities: Reflections on the Origins and Spread of Nationalism (1983), Ben Anderson menyatakan “bangsa” adalah sebuah “komunitas imajiner” dan identitas nasional adalah sebuah konstruksi yang diciptakan lewat simbol-simbol dan ritual-ritual dalam hubungannya dengan kategori administratif dan teritori. Menurutnya, lanjut Antariksa, bahasa nasional, kesadaran waktu, dan kesadaran ruang, merupakan konstruksi yang diciptakan lewat fasilitas-fasilitas komunikasi. Ia menjelaskan bahwa produksi koran dan buku-buku misalnya, menetapkan standar-standar bahasa yang kemudian menyediakan kondisi bagi terbentuknya sebuah kesadaran nasional.
Jumat, 05 November 2010
Kelakar Hampa
Tiada malam mengetahuinya.
Ke mana engkau jatuh, o jiwa,
Kutakut dengan ucapan darinya
Tanpa makna tanpa patuh.
Ke mana engkau jatuh, o jiwa,
Kutakut dengan ucapan darinya
Tanpa makna tanpa patuh.
Seumpama anak panah
Seumpama anak panah
Sering terlepas tak kendali
Mengelupas setiap yang tersembunyi
Menghujam lubuk hati lahirkan perih
Sering terlepas tak kendali
Mengelupas setiap yang tersembunyi
Menghujam lubuk hati lahirkan perih
Langganan:
Postingan (Atom)